Sastrawan 20 Negara Hadiri Pagelaran ASEAN Literary Festival 2015

ASEAN Literary Festival 2015 merupakan sebuah pagelaran rutin digelar tiap tahunnya. Di mana pagelaran ini menghadirkan penulis, seniman, akademisi, penerbit, dan film pada satu ajang festival. Dan, ini adalah pagelaran di tahun kedua.

poster asean literary 2015
poster asean literary 2015

Selama tiga hari pagelaran ASEAN Literary Festival pada tahun 2014 sukses digelar. Sedangkan, pada tahun ini, festival sastra bergengsi tersebut akan digelar selama satu minggu pada 15-22 Maret 2015 mendatang.

Bertajuk ‘Question of Consicence’, tema ASEAN Literary Festival 2015 dipilih sebagai respons atas perkembangan zaman. Khususnya, terkait dengan laju konsumerisme dan perkembangan teknologi informasi.

ASEAN Literary Festival 2015 berkomitmen untuk ikut mengenalkan dan memajukan sastrawan dari daerah-daerah di Indonesia. Rencananya, penulis dari berbagai daerah akan ikut berpartisipasi.

Kegiatan ini digelar oleh Yayasan Muara, sebuah lembaga nirlaba yang bergerak dalam bidang pendidikan dan kebudayaan untuk keadilan dan kemanusiaan dengan dukungan dari Kementerian Luar Negeri RI dan Hivos.

wiji thukul pemenang asean literary awards 2014
wiji thukul pemenang asean literary awards 2014

ASEAN Literary Award juga akan kembali diserahkan tahun ini pada sastrawan Asia Tenggara yang konsisten memperjuangan kebebasan, keadilan, dan kemanusiaan melalui karyanya. Tahun lalu, ASEAN Literary Award diserahkan pada penyair Wiji Thukul dengan hadiah uang tunai 5.000 dolar AS atau sekitar Rp 50 juta.

Tahun ini, lebih dari 20 negara dari ASEAN dan non ASEAN akan berpartisipasi dalam ALF dengan menghadirkan penulis, seniman, akademisi, penerbit, dan film. Jumlah ini lebih besar dari tahun sebelumnya yang diikuti 14 negara. Para peserta yang akan mengikuti di antaranya Jerman, Brunei Darussalam, Singapura, Filipina, Malaysia, Vietnam, Belanda, Australia, Thailand, Kamboja, Myanmar, Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, Amerika Serikat, Nigeria, dan lain-lain.

asean literary

Dengan durasi yang lebih panjang, program yang dihadirkan dalam ALF pun lebih beragam.

Selain rangkain diskusi, workshop, dan pentas seni, juga akan diselenggarakan ASEAN film screening yang akan menayangkan film-film terpilih dari masing-masing negara dan literary trip yang akan membawa peserta dan publik ke tempat-tempat penting dan bersejarah dalam perkembangan sastra Indonesia.

Jadi bagi para pegiat tulis-menulis, sastra, pefilm, akademis, penerbit, seniman, dll, tentu tak mau ketinggalan pagelaran bagi dunia kekreatifan ini.—Beranda.co.id

Irfan A. Ofa

Masih-mahasiswa. Masih-manusia. Pemerhati dan Pegiat Dunia Internet. Blogger. Ads-Publisher. Percaya alien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.