Selamat #HariBukuNasional, Sudah Berapa Buku Yang Anda Baca?

Seiring dengan makin berkembangnya zaman, keberadaan buku saat ini mulai tergeser dengan beragam kecanggihan teknologi yang disuguhkan didepan mata. Secara perlahan, buku mulai dianggap sebagai barang kuno untuk mendapatkan informasi. Namun, tahukah anda? dibalik kumpulan kertas yang disusun menjadi satu tersebut, ada beberapa hal yang nyatanya tak bisa didapatkan melalui teknologi.

Selamat #HariBukuNasional, Sudah Berapa Buku Yang Anda Baca? ~ rafanisi.blogspot.com
Selamat #HariBukuNasional, Sudah Berapa Buku Yang Anda Baca? ~ rafanisi.blogspot.com

Sejarah

Oleh bapak Heru Sutadi, disebut-sebut, buku awalnya dibuat dari olahan tanah liat yang dibakar, dan menyerupai batu bata yang digunakan saat ini. Dibeberapa wilayah seperti India, buku dibuat dari batang pohon papirus, sedangkan daerah China, para penduduk menggunakan serat henep yang ditumbuk lalu dicampurkan air hingga menjadi bubur. Berbeda dengan dua negara tersebut, penduduk Roma dulunya membuat buku dengan menggunakan kulit hewan(biasanya domba) untuk membuat gulungan. Saat ini gulungan-gulungan tersebut lebih dikenal dengan perkamen. Setelah itu, perkamen ini mulai dikembangkan dengan cara dijahit menjadi satu. Hal tersebut rupanya menjadi awal mula munculnya buku seperti yang ada saat ini. Di Indonesia sendiri, buku awalnya dibuat dari gulungan daun lontar yang dikeringkan. Jadi tak heran, terkadang beberapa naskah kuno Indonesia terdapat pada gulungan daun lontar.

Daun lontar yang dijadikan sarana tulis dahulu ~ wacananusantara.org
Daun lontar yang dijadikan sarana tulis dahulu ~ wacananusantara.org

Saat Ini

Hingga saat ini, buku sangat marak diperjual belikan dan menjadi gudang pengetahuan bagi para insan yang haus akan perkembangan informasi. Buku kemudian makin diminati ketika banyaknya jenis-jenis buku yang ditawarkan oleh penulisnya, mulai dari buku jenis pelajaran, hingga buku berjenis bacaan umum. Buku kian digemari ketika adanya gambar-gambar yang dimasukkan ke dalam buku sebagai penjelas kata-kata yang ada pada buku tersebut. Hal tersebut berlangsung hingga mulai dikembangkannya buku elektronik. Makin maraknya pengguna teknologi, rupanya dimanfaatkan beberapa pihak untuk menciptakan sebuah terobosan baru dalam membaca. Eksistensi buku sedikit banyak mulai tergeser ketika diperkenalkannya elektronik book atau yang sering dikenal dengan ebook. Ebook dianggap lebih simpel dan lebih mudah untuk dibawa kemana saja jika dibandingkan dengan buku yang banyak memakan ruang untuk penyimpanannya. Ebook makin dikenal karena tak akan sobek, dan juga bisa disimpan untuk jangka waktu yang lama tanpa khawatir dirusak oleh rayap.

Buku saat ini ~ kompasiana.com
Buku saat ini ~ kompasiana.com

Buku

Tak dipungkiri, buku tentunya memiliki andil besar dalam memberi pengetahuan para pembacanya. Seperti yang sering diucapkan oleh banyak orang ‘Buku Adalah Jendela Dunia’. Ungkapan tersebut merujuk pada kemampuan buku untuk memperlihatkan sisi dunia lainnya hanya dengan kumpulan-kumpulan kertas berisikan tulisan didalamnya. Tak perlu pergi ke Mesir untuk tahu sejarah Pyramida, dalam sebuah buku semua itu dapat terungkap secara jelas. Tak perlu membedah seorang manusia secara langsung untuk mengetahui bagaimana isi organ dalam tubuh manusia, sebuah buku pun dapat mengungkapnya secara jelas. Tak perlu ke ruang angkasa secara langsung untuk mengetahui benda asing apa saja yang ada diatas sana, dengan sekali buka sebuah buku, orang-orang sudah bisa tahu benda-benda apa saja yang menggantung diluar angkasa sana. Walau sebelumnya dilakukan sebuah eksplorasi untuk mengetahui hal-hal itu, tentunya keberadaan buku sebagai alat untuk merekam hasil eksplorasi tersebut memiliki perannya sendiri dalam memberikan pengetahuan untuk para pembacanya. Saat ini pun, buku telah dibagi kedalam beberapa jenis, antara lain Novel, Majalah, Kamus, Komik, Ensiklopedia, Kitab suci, Biografi, dan juga Naskah. Ke semua jenis buku tersebut memiliki perannya sendiri dalam menambah pengetahuan pembacanya.

Buku dan beragam jenisnya ~ rumahpintar-kembar.com
Buku dan beragam jenisnya ~ rumahpintar-kembar.com

Buku vs Ebook?

Muncul pertanyaan dibenak publik, lebih bagus mana? buku? atau kah ebook?. Sebenarnya, jika dipikir dari sisi positif, keduanya memiliki fungsinya sendiri sebagai pembawa informasi. Kelebihan buku lebih pada pengungkapan fungsinya sebagai pemberi informasi yang jauh lebih dulu ada dan memang sangat diakui fungsinya. Walau begitu Ebook juga tak kalah fungsi dari moyangnya yang berbeda bentuk tersebut. Dalam beberapa hal, Ebook bisa dikatakan lebih efisien dan lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan buku. Walau begitu keberadaan buku dan ebook sebagai sarana pemberi informasi sudah pasti menjadikan keduanya layak untuk dijadikan sumber pengetahuan saat ini.

Buku vs Ebook ? ~ id.techinasia.com
Buku vs Ebook ? ~ id.techinasia.com

Sudah berapa buku yang anda baca?

Sudah berapa buku yang anda baca hingga saat ini?. Pertanyaan tersebut tentunya membuat kita berpikir sejenak, sejak kecil hingga dewasa, berapa buku yang saya tamatkan hingga akhir? pengetahuan apa saja yang saya dapat dari buku-buku tersebut? apa pengetahuan-pengetahuan tersebut bermanfaat untuk saya?. Ya, tidak dipungkiri memang, setiap orang mungkin tak ingin repot-repot menghitung jumlah buku yang sudah ia khatamkan. Entah itu buku biografi, novel, ensiklopedi maupun jenis buku lainnya, sebenarnya tak jadi soal. Secara tidak langsung, cara anda membaca buku-buku tersebutlah yang menjadi point utamanya. Setiap buku yang anda buka, baca, tutup lalu anda simpan rapih ke tempatnya atau anda letakkan disembarang tempat menjadi penghormatan secara tak langsung dari anda pada benda mati tersebut.

Sudah berapa buku yang anda baca? ~ indonesiana.tempo.co
Sudah berapa buku yang anda baca? ~ indonesiana.tempo.co

Jika bisa berbicara, buku mungkin akan berkata ‘Hei, terima kasih telah membacaku‘ dan otak mungkin akan merespon dengan ‘Ya, terima kasih juga telah menambah pengetahuanku‘. Satu buku untuk pengetahuan baru, mari biasakan diri untuk rajin membaca buku. Selamat Hari Buku Nasional!

Fahmi Sahru Ramadhan

Pengemis Intelektual, Coffee Lover and Hater at the same time...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.