Selamat Ulang Tahun Penemu Olahraga Surfing, Duke Kahanamoku!

Google baru saja memperbaharui tampilan doodle-nya dengan nama yang cukup asing (lagi). Kali ini, Duke Kahanamoku.

Hampir semua orang mungkin asing dengan nama Duke Paoa Kahinu Mokoe Hulikohola Kahanamoku. Nama yang panjang dan sulit dihapal ini, tentu tak akan ada yang mengira jika Kahanamoku ini merupakan penemu olahraga surfing.

Duke Kahanamoku
Duke Kahanamoku

Selain penemu olahraga surfing, Kahanamoku juga dikenal sebagai aktor film dokumenter, perintis voli pantai, dan juga lima kali juara emas olimpiade di bidang renang.

Kahanamoku lahir tepat 24 Agustus, 125 tahun lalu di Haleakala atau Waikiki karena sumber yang tidak terlalu akurat. Kahanomaku merupakan keluarga turunan bangsawan, meski bukan berasal dari Royal Family atau keluarga kerajaan kala itu, dan ‘Duke’ bukanlah sebuah gelar layaknya ‘Duc’ di Perancis atau ‘Sir’ di Inggris melainkan nama turun-temurun dari ayahnya, Duke Halapu Kahanamoku.

Awalnya, surfing dikenal dengan ‘papa niu’ pada saat ditemukan oleh Kahanamoku. Pada 1911 pula, Kahanamoku mencetak ‘rekor’ dengan surfing, yakni 55 detik untuk 100 meter. Namun, rekor tersebut dianulir oleh Amateur Athletic Union karena pada masa itu belum ada stopwatch dan sejenisnya yang bisa jadi barometer pencatatan waktu.

Lahir di Hawaii yang notabene merupakan pantai, Kahanamoku lantas dengan mudah lolos kualifikasi olimpiade pertamanya pada 1912 di bidang renang. Bahkan, Kahanamoku memenangkan medali emas di renang gaya bebas 100 meter dan medali perak di 4×200 meter di bidang yang sama. Setelah itu, Kahanamoku melanjutkan perjuangannya di Antwerp yang juga mendapatkan dua medali emas di bidang renang.

Sayangnya, pada olimpiadenya yang terakhir di Paris, 1924 silam Kahanamoku hanya bisa mendapatkan medali perak dan saat itu berakhir pula karirnya di dunia olimpiade. Kahanamoku pensiun di umur 34.

Berakhirnya karir Kahanamoku di olimpiade tak membuatnya berhenti berkarya. Kahanamoku mencoba peruntungannya di industri film, dan mendapatkan banyak tawaran bermain sebagai pemeran pembantu.

Relasinya di industri film pun menuntunnya menuju dunia surfing secara profesional. Banyak relasinya yang kemudian memperkenalkan surfing secara meluas. Surfing modern sendiri baru dilakukan pertama kali 1965 silam, dengan ‘The Duke Kahanamoku Invitational Surfing Championships’ sebagai wadah profesional pertama yang melakukan perlombaan surfing sebelum digantikan oleh Billabong pada 1985.

Filmografi Kahanamoku pun berbicara banyak. Untuk penduduk asli Hawaii pada masa itu adalah pencapaian dengan filmografi milik Kahanamoku yang berjumlah puluhan. Meski sebagian tak berperan sebagai pemeran utama, namun, Kahanamoku cukup memberi andil pada perfilman kala itu yang memunculkan aktor asing dari Hawaii.

Kahanamoku wafat 22 Januari 1968, di umurnya yang ke-77. Dikabarkan, Kahanamoku wafat terkena serangan jantung. Untuk menghormati jasa-jasa dan jasadnya, Kahanamoku yang jenazahnya dikremasi ini kemudian diberikan penghormatan terakhir sebelum abu jasadnya ditabur ke laut, seperti dirinya yang memang menjadi bagian dari laut sejak lama.