Setelah Ditegur, Akhirnya Goyang Dribble Dapat Larangan Tayang Oleh KPI

Seolah tak ada hentinya Duo Serigala menjadi bahan pemberitaan oleh media. Setelah mendapat kecaman karena beredarnya foto topless salah satu personilnya, Pamela Safitri, kini mereka harus mendapat kecaman lagi. Namun, kali ini mereka harus berurusan dengan Komisi Penyiaran Indonesia ataut KPI. Pasalnya, Goyang Dribble yakni goyangan dengan menggoyangkan bagian payudara yang mereka populerkan telah banyak menuai kontroversi sebab dianggap terlalu erotis. Oleh sebab itu, KPI memutuskan untuk melarang penanyangan Goyang Dribble di semua stasiun televisi.

Goyang Dribble yang dipopulerkan oleh Duo Serigala dilarang tayang oleh KPI. ~ jari.co.id
Goyang Dribble yang dipopulerkan oleh Duo Serigala dilarang tayang oleh KPI. ~ jari.co.id

“Berdasarkan hasil pemantauan Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat) dan pengaduan masyarakat, terdapat sejumlah televisi menampilkan program siaran dengan penyanyi dan/atau penari yang bergoyang erotis, yakni menggoyangkan bagian tubuh tertentu (payudara) secara berlebihan, yang dikenal dengan ‘goyang dribble’,” tulis KPI, seperti yang dikutip dari website resminya pada Senin hari ini.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) geram melihat goyang milik Duo Serigala tersebut karena sering ditayangkan di acara televisi, serta mendapatkan laporan dari masyarakat. yang di nilai memberi pengaruh buruk terhadap anak-anak atau remaja, dan dianggap melecehkan martabat perempuan.Tak hanya itu, goyangan kontoversi tersebut juga dianggap mengeksploitasi bagian tubuh tertentu secara berlebihan, seperti paha, bokong, payudara secara close up. Hal inilah yang membuat KPI semakin mantap melarang goyangan pelantun ‘Abang Goda’ tersebut.

“Kami mengingatkan kembali kepada seluruh lembaga penyiaran agar memperhatikan ketentuan yang terdapat dalam P3 KPI Tahun 2012. Selain itu program siaran juga dilarang menampilkan lagu dan/atau video klip yang bermuatan seks, cabul, mengesankan aktivitas seks dan/atau lirik yang dapat dipandang menjadikan perempuan sebagai objek seks,” sambung KPI dalam tulisannya.

Keputusan ini sepertinya diambil setelah KPI memperingatkan “Bolly Star Vaganza” di ANTV yang sempat menayangkan goyang dribble pada 3 Mei  lalu. Meski ditayangkan pukul 22:00 WIB dan mengenakan pakaian tertutup, KPI tetap menganggap goyangan tersebut erotis. Dalam surat pernyataannya, KPI akhirnya melarang semua stasiun TV menayangkan goyang dribble.

Nur Wahyuni Utami

a girl who loves get lost in books, loves watching people and busy having fun in front of monitor. Coffee enthusiast.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.