Stasiun TV Korea Ini Dikecam Karena Tampilkan Payudara Remaja Tanpa Sensor

Sebuah stasiun TV sudah selayaknya memiliki batasan dalam menampilkan bagian tubuh seseorang. Batasan tersebut biasanya berupa sensor pada bagian tubuh yang dianggap tak boleh sembarangan diumbar ke publik. Selain karena sudah menjadi etika dalam dunia pertelevisian, batasan berupa sensor juga dianggap sebagai cara halus untuk menjaga kesopanan. Sayangnya, stasiun TV Korea, KBS, baru saja membuat kesalahan fatal dengan menampilkan bagian payudara seorang remaja wanita tanpa sensor. Tak pelak, hal ini membuat netizen Korea memberi respon keras akan hal ini.

Stasiun TV Korea Ini Dikecam Netter Karena Tampilkan Payudara Remaja Tanpa Sensor ~ kpopchart.net
Stasiun TV Korea Ini Dikecam Netter Karena Tampilkan Payudara Remaja Tanpa Sensor ~ kpopchart.net

Hal ini bermula saat stasiun TV KBS (Korean Broadcasting System) menampilkan acara berjudul ‘Vitamin’ dimana dalam salah satu segmennya terdapat bagian yang menampilkan payudara seorang remaja saat diperiksa oleh dokter. Secara materi, segmen tersebut sebenarnya tidak memiliki kesalahan, malah terbilang sangat baik karena memberikan informasi serta pengetahuan pada masyarakat tentang bagaimana seorang anak khususnya wanita, saat mulai mengalami pertumbuhan dan cara untuk mengatasinya.

Sayangnya, pemberian informasi ini kurang disertai pengawasan dari pihak stasiun TV, sehingga bagian payudara remaja tersebut terlihat tanpa disensor sama sekali. Seorang netizen yang melihat hal itu lantas saja memposting gambar adegan tersebut dan mengunggahnya ke publik dengan tag judul ‘Bukti KBS gila’. Akibatnya, beragam reaksi kecaman dari netizen banyak ditujukan pada salah satu stasiun TV besar Korea ini.

Tangan itu terlihat seperti tangan seorang pria… Aku benar benar benci ini..” ujar seorang netter Korea. “Oh tuhan… apakah mereka telah kehilangan akal?” ujar netizen lainnya. “Bukankah hal ini harus disensor?” dan masih banyak komentar serupa mengecam stasiun TV ini. Tentunya, hal ini dapat dijadikan pelajaran bagi pihak-pihak sejenis, agar lebih berhati-hati dalam menampilkan sebuah materi ke publik.

Fahmi Sahru Ramadhan

Pengemis Intelektual, Coffee Lover and Hater at the same time...