Taylor Swift Dianggap Menghina Warga Afrika Lewat ‘Wildest Dreams’

Meski sudah memenangkan beragam penghargaan di MTV VMA Awards 2015 kemarin, rupanya Taylor Swift tidak luput dari masalah. Kali ini, masalah datang dari video klip ‘Wildest Dreams’ milik Swift yang rupanya dianggap menghina.

Taylor Swift Dianggap Menghina Warga Afrika Lewat 'Wildest Dreams'
Taylor Swift

Video yang mengambil latar kehidupan di Afrika ini dianggap oleh banyak Netizen sebagai bentuk rasialisme kulit hitam, dengan membawa sebagian besar kru yang merupakan kulit putih.

Kritik ini dimulai dari Reuters yang memberitakan klaim kritik mengenai stereotip kolonial kulit putih dalam video baru Swift. Kritik itu menyerang Swift dengan menyatakan stereotip Afrika masih berada di bawah kekuasaan Amerika lewat video yang dibuat oleh kekasih Calvin Harris tersebut.

“Terima kasih Taylor Swift, karena sekali lagi membuktikan stereotip Afrika masih berada di puncak budaya Amerika,” tutur Mark Carotenuto, pengajar Studi Afrika di Universitas St. Lawrence New York.

Meski begitu, pihak tim produksi Taylor Swift sudah mengklarifikasi video tersebut yang jelas-jelas menuliskan hasil keuntungan video tersebut akan didonasikan untuk konservasi binatang liar melalui African Parks Foundation of America.

Namun, Swift sendiri belum memberikan klarifikasi apapun terkait pernyataan ini.