Faktanya, Ternyata Anda Bisa Benar-Benar Mati Karena Patah Hati

“Sakitnya patah hati itu setengah mati”, Beranda yakin bahwa banyak pembacanya yang menganggap kata-kata ini lebay dan cengeng. Patah hati atau kehilangan orang yang dicintai baik karena putus cinta atau ditinggal untuk selamanya memang menyakitkan. Rasanya, dunia kita behenti berputar begitu saja saat kehilangan orang yang kita cintai dan mengalami patah hati ini.

Wah patah hati ternyata bisa membunuh
Wah patah hati ternyata bisa membunuh seseorang~www.theblaze.com

Namun ternyata patah hati bukan sakit yang dirasakan psikis dan mental kita. Celakanya, menurut penelitian terkini, patah hati benar-benar bisa MEMBUNUH dan membuat sesorang meninggal dunia. “Ih Beranda nih nakutin deh. Lebay ah” Ya boleh saja Anda para pembaca Beranda mengaggap ini lebay. Namun faktanya, peneliti menemukan bahwa seseorang yang mengalami patah hati bisa berpotensi untuk kehilangan nyawa mereka pula.

Hal ini bahkan telah dibuktikan secara ilmiah oleh seorang Professor dari Universitas Brimmingham. Proffesor Anna Philips, yang membidangi kedokteran perilaku melakukan penelitian pada responden untuk mengetahui efek psikis dan fisik dari patah hati yang ditimbulkan dan mereka alami. Penelitian ini melibatkan 104 orang yang tengah berduka karena sedang patah hati (baik diselingkuhi, diputuskan atau ditinggal belahan jiwanya untuk selama-lamanya).

Penelitian ini kemudian membagi mereka dalam dua kelompok yakni kelompok A berusia muda dengan rentan usia rata-rata 32 tahun, dan kelompok B berisi manula yang berusia rata-rata 72 tahunan. Penelitian ini menemukan fakta bahwa terjadi penurunan kesehatan bagi mereka yang telah berusia tua. Hal yang sama ditemukan pada grup yang lebih muda namun dalam prosentase yang jauh lebih kecil.

Mereka menemukan, sel darah putih yang berperan untuk melindungi sel tubuh dari infeksi penyakit, menjadi melemah dan berkurang drastis saat seseorang mengalami kesedihan akibat patah hati. Sedangkan untuk orang muda, patah hati lebih mengarah kepada psikologis mereka meski tak menutup kemungkinan bahwa secara kesehatan, mereka juga mengalami penurunan beberapa fungsi tubuh.

Hati-hati terhadap gejala Broken heart Syndrome
Hati-hati terhadap gejala Broken heart Syndrome yang bisa membunuh~www.foxnews.com

Sebelumnya, pernah ada penelitian yang menyebutkan bahwa mengalami patah hati memberikan reaksi rasa sakit yang dikirmkan ke otak dan jantung, dan menganggu fungsi kedua organ tubuh tersebut. Gangguan yang disebabkan oleh patah ini kemudian disebut sebagai “Broken Heart Syndrome”. Meski mungkin saja ada yang bisa meninggal gara-gara patah hati, namun kasus ini terjadi lebih sering pada manula yang kehilangan belahan jiwa mereka untuk selamanya.

Namun pembaca Beranda yang berusia muda wajib hati-hati juga ya. Jangan sedih terlalu lama saat mengalami patah. Apalagi jika sampai hati itu membuat Anda gelap mata dan memutuskan untuk mengakhiri hidup Anda sendiri.

Yuyun Nurhidayati Amalia

A woman who devote her life as a reader, observer, long life learner, film enthusiast and the avid fan of conspiracy theory.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.