Tips Bebas Narkoba Ala Bimbim Slank

Narkoba menjadi ancaman tersendiri, apalagi untuk para anak muda yang selalu ingin tahu dan mencoba banyak hal. Dimana peran serta keluarga mengambil andil penuh dari masuknya seseorang ke dalam jurang cengkraman narkoba.

Hal inilah yang melatar belakangi pentolan grup Slank, Bimbim untuk mengemborkan bebas narkoba untuk kalangan anak muda. Sasaran empuk barang haram ini memang anak-anak usia produktif yang belum bisa mengambil keputusan dengan baik.

Bimbim Slank www.tempo.co
Bimbim Slank www.tempo.co

Tidak di pungkiri dirinya juga mencicipi dan menjadi salah satu pengguna narkoba aktif, dimana keluargalah yang menjadi menyebab bahwa dirinya kembali ke jalan yang benar. Dirinya bahkan berkomentar bahwa jika Indonesia ingin bebas dari narkoba, selain memburu para kurir dan gudang pembuatannya, obati para penggunaannya bukan memenjarakannya.

Dirinya tidak jalan sendiri untuk mensosialisasikan hal tersebut, bersama dengan Komjen Pol Anang Iskandar yang merupakan kepala BNN, bahwa narkoba adalah hal yang paling harus di perangi untuk mendapatkan kualitas anak muda yang baik dan menjadi masa depan bangsa.

“Nomor 1 niat, rehab itu kita masuk lingkungan yang bagus. Tapi after carenya rehab 10 hari selesai. Slank butuh 1 tahun sendiri buat ngawal. Kita. Gue gak pernah megang uang, hp, selama setahun. Mental diangkat lagi. Banyak orang yang udah 10 hari diobatin tapi balik lagi,” tutur Bimbim.

Menuturan ini memang terbilang rasional, jika para pecandu narkoba ini hanya di hukum penjara, setelah selesai masa tahanan bisa jadi mereka kembali kambuh dan menjadi pecandu narkoba lagi. Ini bukan sebuah efek jera dan lebih baik untuk memberikan pengertian dan kesadaran penuh bahwa narkoba tidak untuk di coba kembali.

Selain Narkoba, Bimbim juga melepaskan kebiasaan merokok, meskipun ini tidak melangar hukum, namun dampak buruk roko lebih merugikan orang lain. Pasalnya para perokok pasif lebih menderita banyak penyakit gara-gara berada di sekitar para perokok aktif.

“Ini anak gue yang bikin buat kampanye anti smoking. Gue beli dari anak gue. Jadi di sekolahnya dia kayak ada kampanye anti rokok gitu. Uangnya disumbangin buat anak-anak korban perokok pasif. Ya udah boleh juga nih,” imbuhnya.

Keluarga menjadi faktor penting untuk kesembuhan seseorang dalam kecanduan apapun, sama seperti mengobati fobia. Ketakutan apapun akan hilang saat seseorang mendapatkan dukungan penuh dari orang-orang yang menyayanginya.

Chairunisa Amalia Hapsari

Dreamer, Chocolate Lover, Travel Buff, Family Women, Movie Freak, and can't stand a day without Music.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.